Flagside.football
The Tottenham Experience - February 2019 — Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Photo: Hzh via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

De Zerbi Bela Spurs: Kenapa Belanja Mereka Selalu Dipermasalahkan?

Tottenham Hotspur belanja besar di jendela transfer, dan seperti biasa, reaksinya jauh lebih keras dibanding ketika klub lain melakukan hal yang sama. Roberto De Zerbi sudah cukup mendengar itu, dan ia tidak salah mempertanyakannya. Ada standar ganda yang nyata di balik cara publik sepak bola memperlakukan pengeluaran Spurs, dan ada alasan historis yang cukup kuat mengapa standar itu terbentuk.

By Arif Pratama· Redaktur sepak bola·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Spurs Belanja, Dunia Ribut

Ketika Manchester City, Arsenal, atau Chelsea menggelontorkan uang besar di bursa transfer, narasi yang muncul biasanya seputar ambisi, proyek, atau visi jangka panjang. Ketika Tottenham melakukan hal yang sama, pertanyaan pertama yang muncul adalah: untuk apa?

Itu adalah produk dari satu dekade lebih frustrasi yang sudah menjadi bagian dari identitas klub ini di mata publik sepak bola.

De Zerbi menyentuh sesuatu yang nyata. Klub-klub besar di Premier League semua menghabiskan uang dalam jumlah besar. Itu bukan rahasia dan bukan pengecualian. Tapi Spurs mendapat sorotan yang berbeda, dan pertanyaannya adalah: mengapa?

Warisan Tanpa Trofi

Jawaban paling jujur ada di sini: Tottenham sudah lama menjadi klub dengan pengeluaran signifikan tanpa trofi yang sepadan. Mereka bukan klub kecil yang tiba-tiba kaya. Mereka sudah lama bermain di level atas Premier League, membangun stadion megah di jantung London Utara, mendatangkan pemain-pemain mahal, dan tetap pulang tanpa gelar.

Gelar liga terakhir mereka datang di era yang sudah sangat jauh dari ingatan generasi penggemar yang menonton sepak bola hari ini. Dalam rentang waktu itu, klub-klub lain sudah berganti generasi pemain, berganti manajer berkali-kali, dan mengangkat trofi. Spurs tidak.

Itu yang membuat setiap pengeluaran besar mereka dibaca dengan skeptis. Bukan karena mereka tidak berhak belanja, tapi karena rekam jejaknya belum membuktikan bahwa uang itu berbuah hasil.

Savinho dan Sinyal Musim Ini

Musim panas ini Spurs mendatangkan Savinho dari Manchester City dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga beli City, meski pemain Brasil itu minim menit bermain di Etihad. Flagside sudah membahas ekonomi aneh di balik transfer itu: ada kekuatan pasar yang membuat angkanya masuk akal secara struktural, tapi tetap terasa janggal secara intuitif.

Itulah yang memicu reaksi. Setiap pembelian besar Spurs kini datang dengan beban pertanyaan yang sama: apakah kali ini berbeda?

Ketika pemain kunci dilaporkan bisa pergi di tengah jendela yang aktif, gambar itu makin rumit. Bukan soal berapa banyak yang dibelanjakan, tapi soal apakah arah proyeknya koheren.

De Zerbi Punya Poin

Kritik De Zerbi bukan pembelaan buta. Ia menunjuk pada sesuatu yang memang nyata: ada inkonsistensi dalam cara media dan publik merespons pengeluaran berdasarkan siapa yang melakukannya, bukan berapa banyaknya.

Chelsea pernah memecahkan rekor pengeluaran musim demi musim tanpa trofi liga, dan narasinya tetap soal eksperimen berani. Newcastle mulai membangun dengan uang besar dan disebut proyek menarik. Tapi Spurs belanja, dan yang muncul adalah tanda tanya.

Sebagian dari itu memang adil secara historis. Sebagian lainnya adalah bias yang sudah mengeras menjadi refleks.

Apa yang Perlu Berubah

Yang bisa mengubah narasi itu hanya satu hal: trofi. Bukan penampilan di final, bukan finis empat besar, bukan musim yang menjanjikan. Gelar.

Selama Spurs terus belanja tanpa mengangkat sesuatu di akhir musim, setiap jendela transfer akan disambut dengan siklus yang sama: angka besar, skeptisisme publik, dan pertanyaan yang tidak pernah benar-benar terjawab.

De Zerbi benar bahwa standarnya tidak selalu konsisten. Tapi standar itu terbentuk dari sejarah, dan sejarah hanya bisa ditulis ulang di lapangan.

Comments

Loading comments…

Share this story

Tottenham Hotspur belanja besar di jendela transfer, dan seperti biasa, reaksinya jauh lebih keras dibanding ketika klub lain melakukan hal yang sama.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.