
ILLUSTRATION — FLAGSIDE
Rio Ferdinand dan pinjaman terlupakan ke Bournemouth
Rio Ferdinand dikenal sebagai salah satu bek tengah terbaik yang pernah dihasilkan sepak bola Inggris, dengan enam gelar Liga Premier dan trofi Liga Champions bersama Manchester United. Namun jauh sebelum nama itu identik dengan Old Trafford, ada satu babak singkat kariernya yang jarang disebut siapa pun: masa peminjamannya ke AFC Bournemouth.
Sebelum Menjadi Bintang West Ham
Pada musim 1996-97, Rio Ferdinand baru saja menembus tim senior West Ham United setelah menjalani debutnya sebagai pemain pengganti melawan Sheffield Wednesday pada Mei 1996. Ia masih remaja, baru berusia 18 tahun, dan belum menjadi pemain reguler di skuad utama Hammers. Dalam situasi seperti itu, klub sering mengirim pemain muda mereka untuk mendapatkan pengalaman bermain reguler di level yang lebih rendah, dan itulah yang terjadi pada Ferdinand.
Dua Bulan di Pantai Selatan
Pada November 1996, Ferdinand dipinjamkan ke AFC Bournemouth, klub yang saat itu bermain di divisi lebih rendah dari Liga Utama Inggris. Ia melakoni debutnya untuk klub tersebut pada 9 November dalam laga tandang yang berakhir 1-1 melawan Blackpool. Selama masa pinjaman itu, Ferdinand mengumpulkan sepuluh penampilan untuk Bournemouth sebelum kembali ke West Ham pada Januari 1997.
Tidak ada catatan gol dari sumber yang tersedia untuk periode ini, dan tidak ada detail dramatis lain yang tercatat, ini bukan spell yang diwarnai insiden besar atau pencapaian mencolok. Justru itulah yang membuatnya begitu mudah terlupakan: sepuluh pertandingan sederhana, tanpa gol, dalam karier yang kemudian dipenuhi trofi-trofi besar.
Kembali dan Melesat
Setelah kembali ke Upton Park pada awal 1997, Ferdinand justru langsung menemukan bentuk terbaiknya. Pada 1 Februari 1997, hanya sebulan setelah masa pinjamannya berakhir, ia mencetak gol pertamanya untuk West Ham dalam laga melawan Blackburn Rovers, sekaligus mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah klub di Liga Premier saat itu, pada usia 18 tahun 86 hari. Musim berikutnya, ia dianugerahi gelar Hammer of the Year sebagai pemain terbaik West Ham musim itu.
Dari titik ini, jalur kariernya melesat cepat: transfer rekor Inggris ke Leeds United senilai £18 juta pada 2000, lalu pindah ke Manchester United pada 2002 dengan biaya sekitar £30 juta yang kembali memecahkan rekor transfer bek termahal dunia. Di United, ia memenangkan enam gelar Liga Premier dan total 14 trofi sepanjang kariernya di klub tersebut, termasuk gelar ganda Liga Premier dan Liga Champions UEFA pada 2007-08 yang ia angkat sebagai kapten.
Kenapa Spell Ini Terlupakan
Dibandingkan dengan pencapaian-pencapaian besar yang mengikutinya, masa pinjaman singkat di Bournemouth wajar jika tenggelam dari memori publik. Ferdinand sendiri tidak pernah menjadikannya bagian penting dari narasi kariernya di kemudian hari, dan sumber-sumber yang mencatat perjalanan hidupnya hanya menyebutnya sebagai catatan singkat sebelum ia benar-benar menetap sebagai pemain reguler West Ham. Namun bagi siapa pun yang menelusuri detail kecil karier seorang legenda, dua bulan di pantai selatan Inggris itu adalah pengingat bahwa bahkan pemain sekaliber Ferdinand pernah harus mencari ritme permainan jauh dari sorotan besar Liga Premier.
Sumber2 sumber
Wikipedia (id), Wikipedia (en)
Redaksi Flagside baca setiap berita yang kami terbitkan. Kami kerja dari pers bola, tulis sendiri bukan cuma reprint, dan cek akurasi serta sumber setiap artikel. Semua outlet yang masuk ke berita ini tercantum di bawah Sumber.
Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.
Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.
Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.
Comments
Loading comments…