Flagside.football
Illustration: plain scarves hung over a barrier on an empty terrace, drawn in heavy ink over halftone texture.
AI illustration

Vincent Kompany: Dua Tahun yang Terlupakan di Hamburg

Vincent Kompany dikenang sebagai kapten Manchester City yang mengangkat trofi Liga Premier dan kini pelatih Bayern München yang sukses besar. Namun di antara masa remajanya di Anderlecht dan kedatangannya yang mengubah segalanya di Manchester, ada dua musim di Jerman yang nyaris tak pernah disebut lagi.

Redaksi Flagside·Dipublikasikan ·2 MENIT BACA

Ditulis dengan AI dan diperiksa secara otomatis sebelum diterbitkan. Cara kami bekerja

Pindah ke Hamburg dengan Label Mahal

Pada 9 Juni 2006, Hamburger SV mendatangkan Kompany dari Anderlecht dengan biaya €10 juta, sebagai pengganti sesama pemain Belgia, Daniel Van Buyten. Di usia 20 tahun, ia tiba di Bundesliga dengan ekspektasi tinggi usai dua musim gemilang bersama Anderlecht yang membuatnya meraih Belgian Golden Shoe dan Belgian Ebony Shoe.

Namun musim debutnya jauh dari mulus. Kompany hanya tampil sebagai starter dalam enam pertandingan Bundesliga sebelum mengalami cedera achilles pada November 2006, sebuah cedera yang memaksanya absen hingga akhir musim. Praktis, separuh lebih musim pertamanya di Jerman habis di ruang perawatan, bukan di lapangan.

Secercah Cahaya di Tengah Kesulitan

Meski minim penampilan, nama Kompany tetap diperhitungkan. Ia dipanggil masuk skuad 30 pemain untuk Kejuaraan Eropa U-21 UEFA 2007, bukti bahwa kualitasnya belum diragukan federasi Belgia meski ia tengah berjuang dengan cedera di level klub.

Pada musim keduanya, ia sempat tampil lebih produktif. Pada 29 Juli 2007, Kompany mencetak gol dalam kemenangan 4-0 (agregat 5-1) atas Dacia Chișinău asal Moldova di babak terakhir Piala Intertoto UEFA. Hasil itu membantu Hamburg meraih gelar Piala Intertoto musim itu, karena mereka menjadi tim Intertoto yang melaju paling jauh di Piala UEFA 2007-08, gelar kecil, namun nyata, dalam catatan singkat Kompany di klub tersebut.

Perpisahan yang Diwarnai Perselisihan

Fase Kompany di Hamburg berakhir dengan ketegangan, bukan dengan tepuk tangan perpisahan. Pada Agustus 2008, ia berselisih dengan manajemen klub soal keputusannya untuk tetap tampil di turnamen Olimpiade Beijing bersama Belgia, meski Hamburg awalnya keberatan karena Olimpiade bukan turnamen resmi FIFA. Setelah kembali dari Olimpiade, di mana ia sempat diusir dari lapangan dalam laga melawan Brasil, hubungan Kompany dengan klub sudah tidak harmonis.

Setelah meninggalkan Hamburg, Kompany secara terbuka mengkritik ketua klub saat itu, Bernd Hoffmann, menyebutnya sebagai sosok yang memahami uang tetapi tidak memahami sepak bola. Ia bahkan berspekulasi bahwa minimnya prestasi Hamburg selama dua dekade terakhir tidak bisa sepenuhnya ditimpakan kepada para pemain.

Dua Musim yang Kini Nyaris Terlupakan

Tepat dua tahun setelah kedatangannya, pada 22 Agustus 2008, Manchester City mengumumkan transfer Kompany dari Hamburg dengan biaya yang tidak diungkap, diperkirakan sekitar £6 juta, jauh di bawah harga belinya di Jerman. Dari titik itu, kariernya melesat menuju status legenda Etihad dan kemudian kesuksesan sebagai pelatih di Burnley dan Bayern München.

Namun fase Hamburg tetap menjadi catatan kaki yang jarang dibuka kembali: dua musim yang didominasi cedera achilles panjang, segelintir penampilan, satu gelar kecil lewat Piala Intertoto, dan perpisahan yang diwarnai kritik tajam terhadap petinggi klub. Bukan kegagalan besar, tetapi juga bukan bab yang pernah dirayakan, sebuah jeda singkat sebelum kisah besar Kompany sesungguhnya dimulai di Manchester.

YOUR CALL

Apakah masa Hamburg Kompany benar-benar sia-sia bagi kariernya?

Comments

Loading comments…

Share this story

Vincent Kompany dikenang sebagai kapten Manchester City yang mengangkat trofi Liga Premier dan kini pelatih Bayern München yang sukses besar. Namun di antara masa remajanya di Anderlecht dan kedatangannya yang mengubah…

Sumber2 sumber

Kami menyebutkan dan menautkan setiap media yang menjadi dasar artikel ini, dan menulis ulang liputan mereka dengan kata-kata kami sendiri, bukan menyalinnya.

BRIEF PAGI

Bola hari ini, di inbox jam 7 pagi. Cuma itu.

Pilihan pertandingan malam, apa yang lagi terjadi di transfer window, dan satu kolom yang harus dibaca hari ini. Tanpa iklan. Tanpa tips. Tanpa operator.

Unsubscribe sekali klik. Kami tidak bagikan email.